Banner 468x 60

readbud - get paid to read and rate articles

Rabu, 27 Januari 2010

EKONOMI GLOBAL DAN NASIONAL PASCA PERANG DINGIN

Hari ini ada tugas untuk mendeskripsikan bagaimana kondisi EKONOMI GLOBAL PASCA PERANG DINGIN. memang cukup lumayan sulit tapi harus tetap berusaha. oleh karena itu saya ingin berbagi kepada kalian tentang tugas ini. mungkin saja dapat membantu kalian ketika mendapat tugas yang serupa.

ISSUE PASCA PERANG DINGIN
Menurut Juwono, sedikitnya ada empat isu yang jadi sorotan baru. Pertama, pada era pasca Perang Dingin, perhatian lebih difokuskan pada usaha memelihara persatuan dan kesatuan bangsa menghadapi lingkungan internasional yang belum jelas. Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia ini menyebutkan, lingkungan internasional sekarang lebih kabur, lebih tidak menentu dan lebih mengandung kompetisi meraih akses pada ilmu, modal dan pasar di negara-negara kaya.
Kedua, sorotan ini tidak terlalu baru tapi sekarang muncul ke permukaan yakni soal keamanan regional. Fenomena di Asia Tenggara dengan prakarsa ASEAN mengukuhkan zona bebas nuklir termasuk salah satu ciri dimana keamanan regional penting bagi kawasan ini.
Ketiga, sorotan dunia jatuh kepada masalah ekonomi-politik internasional. Isu ini sebenarnya telah bangkit sekitar 1971-1972 ketika sistem Bretton Woods runtuh pada saat kebangkitan ekonomi Jerman dan Jepang mulai menganggu pasar AS. Jika disorot lebih dalam, pembentukan blok-blok ekonomi bisa dikatakan sebagai akibat dari menguatnya isu ini.

(http://globalisasi.wordpress.com/2006/07/10/isu-isu-hubungan-internasional-pasca-perang-dingin/)

karena kita akan memfokuskan kepada sektor ekonomi, oleh karena itu pembahasan lanjutan saya hanya berbagi soal ekonimi pasca perang dingin

EKONOMI GLOBAL PASCA PERANG DINGIN
beberapa dampak perang dingin :

1. AS sebagai negara kreditor terbesar memberikan pinjaman atau bantuan ekonomi kepada negara-negara yang sedang berkembang berupa Marshall Plan. AS juga memberikan bantuan ”Grants in Aid” yaitu bantuan ekonomi dengan kewajiban mengembalikan berupa dollar atau dengan membeli barang-barang Amerika Serikat. Bagi negara-negara di Asia Presiden Truman mengeluarkan “The Four Points Program for the Economic Development in Asia” berupa teknik dalam wujud perlengkapan-perlengkapan ekonomis atau bantuan kredit yang berasal dari sektor swasta di Amerika Serikat yang disalurkan oleh pemerintah kepada negara-negara yang sedang berkembang.

2. Dengan adanya perang dingin ini maka berbagai bentuk kerjasama yang saling menguntungkan antara Eropa Timur dan Eropa Barat tidak dapat terjalin. Kegiatan tersebut terhambat karena negara-negara Eropa merasa kawatir jika suatu saat wilayahnya akan dijadikan sasaran adu kekuatan oleh kedua negara adikuasa tersebut. Dampaknya perekonomian antara blok barat (negara-negara Eropa Barat) dan blok timur (negara-negara Eropa Timur) tidak seimbang dimana negara-negara blok barat jauh lebih maju daripada blok timur.

EKONOMI NASIONAL PASCA PERANG DINGIN
Masalah-masalah Penting dalam Hubungan Ekonomi Luar Negeri Indonesia. Salah satu keprihatinan utama Indonesia di masa-masa mendatang adalah mengatasi berbagai persoalan pembangunan ekonominya. Dalam hal ini, setidaknya ada tiga tantangan utama yang dihadapi Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Pertama, adalah kecenderungan
negara-negara maju untuk mengaitkan berbagai persyaratan politik kepada bantuan ekonomi yang mereka berikan. Kedua, adalah meningkatnya proteksionisme perdagangan yang dilancarkan negara-negara ekonomi maju. Ketiga, adalah meningkatnya kompetisi ekonomi antara sesama negara berkembang. Semua faktor tersebut semakin menyulitkan upaya negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk mendapatkan bantuan ekonomi asing,
akses pasar dan penanaman modal asing.

Apabila berakhirnya Perang Dingin memperluas kesempatan Indonesia untuk memainkan Politik Luar Negeri yang semakin aktif, terutama dalam hubungannya dengan negara-negara berkembang lainnya, ia juga meningkatkan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam hubungan dengan negara-negara Barat. Pemerintahan Orde Baru selama ini menikmati dukungan dari negara-negara industri maju yang berkepentingan mendukung tumbuhnya negara Indonesia
yang anti komunis dan berorientasi ekonomi pasar. Walaupun terjadi berbagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia di Indonesia, pemerintah negara-negara maju tetap memberikan bantuan ekonomi yang besar kepada pemerintahan Orde Baru. Hal ini disebabkan karena ia dianggap sebagai sahabat penting Barat dalam membendung komunisme, dan Indonesia di bawah Presiden Soeharto telah memberikan sumbangan besar terhadap stabilitas dan
keamanan regional.

Setelah Perang Dingin berakhir, masalah-masalah hak asasi manusia, demokrasi dan lingkungan hidup muncul sebagai isu baru politik internasional. Negara-negara Barat yang selama ini tidak begitu memperdulikan masalah-masalah tersebut dalam membina hubungan dengan negara-negara yang tidak demokratis selama negara tersebut anti komunis sekarang mulai mengaitkan bantuan ekonomi mereka dengan ketiga masalah di atas. Persyaratan-persyaratan ini
ditolak oleh negara berkembang yang sebagian besar tergabung dalam GNB, sehingga menjadi sumber ketegangan baru dalam hubungan UtaraSelatan. Sejak tahun 1967 Indonesia menerima bantuan ekonomi dari suatu konsorsium internasional yang dikenal dengan nama IGGI (Inter Governmental Group on Indonesia) yang terdiri dari beberapa negara donor dan lembaga keuangan internasional di bawah kepemimpinan pemerintah Belanda.

Negosiasi menjelang dan selama pertemuan IGGI merupakan salah satu tugas pokok Politik Luar Negeri Indonesia. Keberhasilan pemerintah, baik di dalam maupun di luar negeri, sering diukur dari besarnya jumlah kredit baru yang berhasil didapatkan Indonesia dari IGGI. Pada tahun-tahun sebelumnya IGGI selalu memberikan Indonesia jumlah bantuan yang diminta, dan kadang kadang justru melebihi jumlah yang diharapkan. Hal ini juga dipandang sebagai indikasi dukungan internasional terhadap kebijaksanaan pemerintah Orde Baru.

(http://aldiary.blogdetik.com/politik-luar-negeri-indonesia-pasca-perang-dingin/)

saya rasa hanya itu yang dapat saya bagi hari ini.... semoga dengan ini kalian akan lebih tau banyak tentang perang dingin, khususnya dampaknya pada sektor ekonomi global maupun internasional.

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA ('_^)d

Bookmark and Share

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Recent Comments

Recent Posts

About Me

Foto Saya
Palu, sulawesi tengah, Indonesia
Hanya seorang anak yang lahir dari mimpi dan untuk bermimpi. dan tetap bertahan hanya untuk meraih mimpi...
SHARE FOR YOU | Template Ireng Manis © 2010 Premium WP Themes | Premium Wordpress Themes | Blogger Templates - New Free Blogger Template Everyday